‘Anak zaman sekarang’. Apakah yang ada difikiran kalian
ketika mendengar hal itu? Sebagian besar; smartphone, mode pakaian,
tongkrongan, pergaulan oke. Hal-hal tersebutlah yang sekarang melekat pada
anak-anak yang di predikatkan sebagai anak GAUL di era ini. Saya sangat setuju dengan syarat-syarat yang harus
dipenuhi seorang anak di kota ini agar menjadi lebih KEREN dimata masyarakat.
Dengan hal-hal ini, anak Medan menjadi lebih modern, mudah memperoleh
informasi, mudah bergaul, berkomunikasi, dsb.
Namun, mungkin dapat dapat
dikatakan lebih banyak berefek buruk pada anak Indonesia ini. Hal-hal itu malah
membuat rata-rata anak Indonesia terutama mereka yang tingkat Labilisasinya
masih tinggi menjadi malas bahkan sangat malas dalam melakukan berbagai hal
positif. Saya sudah memperhatikan
teman-teman di sekitar saya dalam ruang lingkup sempit seperti teman sekelas.
Mereka (termasuk saya) , sangat sulit sekali untuk tidak menge-check smartphone, bahkan pada saat jam
pelajaran. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya, guru kurang memerhatikan
pemakaian Handphone pada saat jam pelajaran, selalu adanya updating terbaru setiap jamnya bahkan menit sampai detik, dan yang
paling penting adalah kurang cerdasnya pengguna yang tidak menyesuaikan waktu
dan tempat pemakaian.
Hal lain yang sangat mengecewakan
bagi saya adalah semakin menipisnya karakter
anak-anak zaman sekarang.Ini yang akan banyuak saya bahas pada post ini. Kebanyakan anak-anak sekarang hidupnya hanya
terikut-ikut saja dengan keadaan dunia. Jarang sekali yang dapat memilah-milah
baik-buruknya suatu hal. Tidak sedikit anak-anak yang tidak terprogram
hidupnya, hendak menjadi apakah dia, keluarga seperti apakah yang akan
dibangunnya, upah berapakah yang ingin didapatinya setiap bulannya kelak. Ke
sekolah hanya untuk bertemu dan bermain
dengan teman-teman sepermainan. Belajar hanya pada waktu jam pelajaran
yang tidak sulit diterima oleh otak, kebanyakan malas untuk keras menggunakan
otaknya untuk memikirkan hal-hal penting, masa depan. Mungkin pada berfikir
kalau sudah tamat sekolah, hidupnya akan tenang. Mengharapkan orang tua yang
mati-matian ingin memasukkan anaknya ke perguruan tinggi. Atau bahkan
kemampuannya untuk menjawab ujian non-Nasiional atau ujian yang soalnya dibuat
oleh guru sekolah sendiri, yang setiap harinya diajarkan di kelas pun
mungkin siswa tidak mampu menjawab lagi. Lantas apa yang pantas mereka dapatkan
di masa depan nanti, rumah mewah pemberian orang tua? Pangkat tinggi yang di beli?
Atau apa?
Tidakkah kalian contoh orangtua
kalian yang dahulu belajar keras, atau bahkan bekerja pada saat seusia kalian,
atau bahkan mati-matian mencari jati diri pada saat mereka putus sekolah? Mereka
yang seberjuang itu saja masih mendapatkan anak yang lumayan malas berjuang,
apalagi orang yang malas berjuang, akan mendapat anak yang seperti apakah? Semoga
saja lebih baik. Tegakah teman-teman sekalian melihat orangtua yang
susah-susahan menyekolahkan kalian dan perjuangannya itu hanya dibalas dengan ‘ketidakmauan
untuk hanya memrogram hidup’ ?
Ayolah, marilah bersama kita mulai
memikirkan masa depan. Mulai berusaha keras menggunakan akal fikiran untuk
memikirkan hal-hal yang lebih berguna dari sebelumnya. Coba mulai keras
memikirkan kesenangan yang akan kita dapat kelak, daripada yang kita dapat
hari ini dan hanya akan berakhir besok paginya. Selalu ingat perjuangan keras
orang tua kita, bayangkan jika mereka tau bagaimana kita dikelas. Anggaplah mereka
selalu ada disampingmu, memerhatikan apa yang kalian lakukan disaat tidak
bersama mereka. Tanamkan rasa ingin membanggakan mereka, minimal membuat mereka
memiliki rasa berterima kasih, karena kalian telah memanfaatkan perjuangan
keras mereka selama ini dengan sebaik-baiknya. Berfikirlah bahwa hidup kalian setelah tamat SMA masih panjang.
Tanamkan fikiran bahwa segala-galanya tidak mudah dizaman sekarang ini, bayangkan
ketika tidak ada lagi uang yang kalian miliki untuk membeli segala yang kalian
inginkan. Bayangkan ketika mereka akan TIDAK ADA esok hari. Dewasalah menjalani hidup. Tidakkah kalian merasa bahwa; Jauh lebih
dewasa orang tua kalian pada saat mereka yang berusia 13 tahun dulu, daripada
kalian yang sekarang berusia 17-18 tahun pada zaman sekarang. Bahwasannya
mereka lebih dapat menyikapi segala aspek kehidupan, lebih tanggap terhadap
banyak hal, hidup jauh lebih MINIM dari kalian pada sekarang.
Mulailah berfikir bahwa KEREN sesungguhnya bukanlah memiliki mobil pribadi, smartphone, rumah mewah, untuk SEKARANG ini. Tapi KEREN yang sesungguhnya itu, ketika kita memiliki semua itu pada saat kita berkeluarga nanti. Jadi intinya, The Cool People adalah orang yang memikirkan masa depannya. Orang tua kalian mampu memberikan HP canggih, kamar yang keren, laptop, kendaraan mewah dan oke kepada kalian. Pertanyaannya; Akan mampukah kalian memberikan hal yang sama pada anak kalian nanti?
Manfaatkan apa yang kalian punya
untuk melahirkan hal-hal positif baru di hidup kalian, hal yang tidak sia-sia.
Dapat dinikmati anak kalian kelak. Tidak dituntut menciptakan sebuah penemuan
untuk dunia, namun hanya untuk diri sendiri, yaitu KESADARAN.
Post ini jauh dari sempurna, mohon
maaf jika menyinggung atau terdapat banyak kesalahan. Hanya bermaksud ajakan. Abaikan
bila tidak setuju. Semoga dapat membantu, menginspirasi dan memotivasi.
Bg bio, dulu les drum dimana?
ReplyDeleteKalo sekolahannya Era Musika, tapi itu cuma setengah tahun. Kebanyakan privat dan gonta-ganti guru sih.
ReplyDeleteMau dong di ajarin main drum :p
ReplyDeleteweleeeh, kamu mah udah jagok!
ReplyDeleteHaha tapi bagus banget nih yng postnya, rajin2 ngepost kayak beginian ya. Bakalan betah dah bacanya hehe
ReplyDeleteI´m so proud of you,
ReplyDeletekeep move on and move up, my Son (y)
Kemarin abg ngambil guru private dimana bg? Pengen les jg soalnya *soriikepoo :D
ReplyDeletehehe, les privatenya sama banyak guru drum. kalo skrg ini lebih bagus ambil les kalo privat sama om ruspian di purwacaraka, atau om eluyan boy di farabi
ReplyDeleteOh okelah bg thnks :D
ReplyDeletethx bub, i'll make more nice post. Also thx mom, was read my blog. Always check the newest updates. Loveyou all
ReplyDeletenice :) bisa jadi motivasi buat ngurangin maen maennya haha
ReplyDeletebg bio skrg udh ngajar di khairul imam yaa?
ReplyDelete