Thursday, 3 January 2013

Kritikku buat Temen-temen "Anak Era Sekarang"




Seiring perkembangan zaman, semakin berkembang pula kemajuan di berbagai bidang kehidupan. Tidak sedikit  anak-anak di kota metropolitan ini terikut arus perubahan secara global tersebut. Baik dalam bidang Teknologi dan Budaya. Tentu banyak hal positif yang dapat kita ambil pada peristiwa modernisasi ini. Tidak sedikit pula hal negatif yang dapat meracuni

‘Anak zaman sekarang’. Apakah yang ada difikiran kalian ketika mendengar hal itu? Sebagian besar; smartphone, mode pakaian, tongkrongan, pergaulan oke. Hal-hal tersebutlah yang sekarang melekat pada anak-anak yang di predikatkan sebagai anak GAUL di era ini. Saya  sangat setuju dengan syarat-syarat  yang harus dipenuhi seorang anak di kota ini agar menjadi lebih KEREN dimata masyarakat. Dengan hal-hal ini, anak Medan menjadi lebih modern, mudah memperoleh informasi, mudah bergaul, berkomunikasi, dsb.
Namun, mungkin dapat dapat dikatakan lebih banyak berefek buruk pada anak Indonesia ini. Hal-hal itu malah membuat rata-rata anak Indonesia terutama mereka yang tingkat Labilisasinya masih tinggi menjadi malas bahkan sangat malas dalam melakukan berbagai hal positif.  Saya sudah memperhatikan teman-teman di sekitar saya dalam ruang lingkup sempit seperti teman sekelas. Mereka (termasuk saya) , sangat sulit sekali untuk tidak menge-check smartphone, bahkan pada saat jam pelajaran. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya, guru kurang memerhatikan pemakaian Handphone pada saat jam pelajaran, selalu adanya updating terbaru setiap jamnya bahkan menit sampai detik, dan yang paling penting adalah kurang cerdasnya pengguna yang tidak menyesuaikan waktu dan tempat pemakaian.
Hal lain yang sangat mengecewakan bagi saya adalah semakin menipisnya karakter anak-anak zaman sekarang.Ini yang akan banyuak saya bahas pada post ini. Kebanyakan anak-anak sekarang hidupnya hanya terikut-ikut saja dengan keadaan dunia. Jarang sekali yang dapat memilah-milah baik-buruknya suatu hal. Tidak sedikit anak-anak yang tidak terprogram hidupnya, hendak menjadi apakah dia, keluarga seperti apakah yang akan dibangunnya, upah berapakah yang ingin didapatinya setiap bulannya kelak. Ke sekolah hanya untuk bertemu dan bermain  dengan teman-teman sepermainan. Belajar hanya pada waktu jam pelajaran yang tidak sulit diterima oleh otak, kebanyakan malas untuk keras menggunakan otaknya untuk memikirkan hal-hal penting, masa depan. Mungkin pada berfikir kalau sudah tamat sekolah, hidupnya akan tenang. Mengharapkan orang tua yang mati-matian ingin memasukkan anaknya ke perguruan tinggi. Atau bahkan kemampuannya untuk menjawab ujian non-Nasiional atau ujian yang soalnya dibuat oleh guru sekolah sendiri, yang setiap harinya diajarkan di kelas pun mungkin siswa tidak mampu menjawab lagi. Lantas apa yang pantas mereka dapatkan di masa depan nanti, rumah mewah pemberian orang tua? Pangkat tinggi yang di beli? Atau apa?

Tidakkah kalian contoh orangtua kalian yang dahulu belajar keras, atau bahkan bekerja pada saat seusia kalian, atau bahkan mati-matian mencari jati diri pada saat mereka putus sekolah? Mereka yang seberjuang itu saja masih mendapatkan anak yang lumayan malas berjuang, apalagi orang yang malas berjuang, akan mendapat anak yang seperti apakah? Semoga saja lebih baik. Tegakah teman-teman sekalian melihat orangtua yang susah-susahan menyekolahkan kalian dan perjuangannya itu hanya dibalas dengan ‘ketidakmauan untuk hanya memrogram hidup’ ?
Ayolah, marilah bersama kita mulai memikirkan masa depan. Mulai berusaha keras menggunakan akal fikiran untuk memikirkan hal-hal yang lebih berguna dari sebelumnya. Coba mulai keras memikirkan kesenangan yang akan kita dapat kelak, daripada yang kita dapat hari ini dan hanya akan berakhir besok paginya. Selalu ingat perjuangan keras orang tua kita, bayangkan jika mereka tau bagaimana kita dikelas. Anggaplah mereka selalu ada disampingmu, memerhatikan apa yang kalian lakukan disaat tidak bersama mereka. Tanamkan rasa ingin membanggakan mereka, minimal membuat mereka memiliki rasa berterima kasih, karena kalian telah memanfaatkan perjuangan keras mereka selama ini dengan sebaik-baiknya. Berfikirlah bahwa  hidup kalian setelah tamat SMA masih panjang. Tanamkan fikiran bahwa segala-galanya tidak mudah dizaman sekarang ini, bayangkan ketika tidak ada lagi uang yang kalian miliki untuk membeli segala yang kalian inginkan. Bayangkan ketika mereka akan TIDAK ADA esok hari. Dewasalah menjalani hidup. Tidakkah kalian merasa bahwa; Jauh lebih dewasa orang tua kalian pada saat mereka yang berusia 13 tahun dulu, daripada kalian yang sekarang berusia 17-18 tahun pada zaman sekarang. Bahwasannya mereka lebih dapat menyikapi segala aspek kehidupan, lebih tanggap terhadap banyak hal, hidup jauh lebih MINIM dari kalian pada sekarang. 
Mulailah berfikir bahwa KEREN sesungguhnya bukanlah memiliki mobil pribadi, smartphone, rumah mewah, untuk SEKARANG ini. Tapi KEREN yang sesungguhnya itu, ketika kita memiliki semua itu pada saat kita berkeluarga nanti. Jadi intinya, The Cool People adalah orang yang memikirkan masa depannya. Orang tua kalian mampu memberikan HP canggih, kamar yang keren, laptop, kendaraan mewah dan oke kepada kalian. Pertanyaannya; Akan mampukah kalian memberikan hal yang sama pada anak kalian nanti?
Manfaatkan apa yang kalian punya untuk melahirkan hal-hal positif baru di hidup kalian, hal yang tidak sia-sia. Dapat dinikmati anak kalian kelak. Tidak dituntut menciptakan sebuah penemuan untuk dunia, namun hanya untuk diri sendiri, yaitu KESADARAN.
Post ini jauh dari sempurna, mohon maaf jika menyinggung atau terdapat banyak kesalahan. Hanya bermaksud ajakan. Abaikan bila tidak setuju. Semoga dapat membantu, menginspirasi dan memotivasi.

12 comments:

  1. Bg bio, dulu les drum dimana?

    ReplyDelete
  2. Kalo sekolahannya Era Musika, tapi itu cuma setengah tahun. Kebanyakan privat dan gonta-ganti guru sih.

    ReplyDelete
  3. Mau dong di ajarin main drum :p

    ReplyDelete
  4. weleeeh, kamu mah udah jagok!

    ReplyDelete
  5. Haha tapi bagus banget nih yng postnya, rajin2 ngepost kayak beginian ya. Bakalan betah dah bacanya hehe

    ReplyDelete
  6. I´m so proud of you,
    keep move on and move up, my Son (y)

    ReplyDelete
  7. Kemarin abg ngambil guru private dimana bg? Pengen les jg soalnya *soriikepoo :D

    ReplyDelete
  8. hehe, les privatenya sama banyak guru drum. kalo skrg ini lebih bagus ambil les kalo privat sama om ruspian di purwacaraka, atau om eluyan boy di farabi

    ReplyDelete
  9. thx bub, i'll make more nice post. Also thx mom, was read my blog. Always check the newest updates. Loveyou all

    ReplyDelete
  10. nice :) bisa jadi motivasi buat ngurangin maen maennya haha

    ReplyDelete
  11. bg bio skrg udh ngajar di khairul imam yaa?

    ReplyDelete